Makassar — Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Makassar (UNM) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional HMJ Pendidikan IPA FMIPA UNM 2026 pada Minggu, 03 Mei 2025 melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini mengusung tema “Transformasi Pendidikan Sains di Era Digital: Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan Deep Learning dalam Mewujudkan Generasi Unggul Menuju Society 5.0.” Seminar ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Dr. Irwandani, S.Pd., M.Pd. (Dosen Prodi Pendidikan Fisika UIN Raden Intan Lampung) dan Shoffan Fatkhulloh, S.Pd., M.Pd. (Dosen Jurusan Pendidikan IPA UNM).

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme, diikuti oleh sebanyak 225 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Lampung, Riau, Jawa Barat, Semarang, Madura, Parepare, dan Makassar. Tingginya partisipasi peserta menjadi bukti bahwa isu transformasi pendidikan sains di era digital menjadi perhatian luas. Kesuksesan pelaksanaan seminar ini tidak lepas dari kerja keras dan koordinasi yang maksimal dari seluruh pengurus HMJ Pendidikan IPA FMIPA UNM Periode 2025–2026 yang telah mempersiapkan kegiatan dengan baik.
Apresiasi juga disampaikan oleh dosen pembina HMJ Pendidikan IPA, Dr. Salma Samputri, M.Pd. dan A. Afrinaramadhani Hatta, S.Pd., M.Pd., terhadap kinerja pengurus HMJ. Mereka menilai kegiatan ini menunjukkan semangat, tanggung jawab, serta kemampuan mahasiswa dalam mengelola kegiatan akademik berskala nasional. “Kami sangat mengapresiasi dedikasi dan kerja keras pengurus HMJ. Kegiatan ini membuktikan bahwa mahasiswa mampu menghadirkan forum ilmiah yang berkualitas dan bermanfaat,” ungkapnya.

Respon positif juga datang dari Ketua Jurusan Pendidikan IPA FMIPA UNM, Prof. Dr. Hj. Ramlawati, M.Si. Beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar nasional ini sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam pengembangan keilmuan. “Kegiatan ini sangat baik dan perlu terus dikembangkan. Saya berharap seminar seperti ini dapat dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan sebagai wadah berbagi pengetahuan dan inovasi di bidang pendidikan sains,” tuturnya.



